Sekilas Contoh Teks Anekdot Singkat

By | January 17, 2017

contoh teks anekdotPada dasarnya, teks anekdot merupakan suatu cerita pendek yang tujuannya untuk menyindir, bukan menyindir seseorang atau sesuatu secara langsung karena dapat menimbulkan kontroversi dan tendensi. Penyajian teks anekdot dapat berupa sebuah cerita menyerupai dongeng dan dapat juga berupa dialog percakapan antara dua atau lebih tokoh yang terlibat di dalamnya. Tanpa mengurangi makna dari teks anekdot tersebut diharapkan sebuah contoh teks anekdot singkat tetap memuat struktur dan kaidah yang tepat. Akan diingatkan kembali bahwa struktur teks anekdot lucu terdiri dari abstraksi yang merupakan bagian yang menunjukkan awal paragraf yang membahas tentang isi teks, orientasi yang merupakan bagian yang menunjukkan awal kejadian atau latar belakang peristiwa, krisis yang merupakan bagian yang menunjukkan konflik cerita, reaksi yang merupakan bagian yang menunjukkan tanggapan tokoh terhadap konflik, koda yang merupakan bagian yang menunjukkan kesimpulan.

Beberapa Contoh Teks Anekdot Singkat Yang Lucu

Trans TV baru-baru ini memperoleh peringatan dari Komisi Penyiaran Indonesia karena menyiarkan terus-terusan liputan acara pernikahan actor Raffi Ahmad dan aktris Nagita Slavina. Trans TV dianggap menyiarkan acara yang tidak berguna untuk publik. Dari kejadian itu, diketahui bahwa ternyata Trans TV adalah singkatan dari Televisi Raffi Ahmad Nagita Slavina TV. Contoh pertama di atas adalah contoh teks anekdot singkat yang tetap lucu, struktur dan kaidahnya pun jelas sesuai ketentuan. Murni bukan merupakan sindiran yang menyudutkan subyek cerita melainkan hanya sebuah leluco. Pada dasarnya, public juga sudah mengetahui bersama siapa pemilik Trans TV yang sesungguhnya.

Contoh kedua adalah sebagai berikut,

Pada suatu waktu di sebuah sekolah menengah atas (SMA), seorang guru mengajar biologi. Lalu ia pun bertanya pada siswa-siswanya “Gigi apa yang diperoleh paling akhir dalam siklus biologis manusia, Anak-anak?” Kemuadian, Ahmad menjawab dengan lantang dan tegas, “Gigi palsu, Pak!!”.

Contoh kedua pun adalah contoh teks anekdot singkat yang tetap lucu, struktur dan kaidahnya pun jelas. Bukan hanya sebuah narasi, melainkan dialog aktif antara beberapa subyek. Tidak mengajarkan kebohongan, bukan pembodohan, bukan pula fitnah, semua hanya sebuah lelucon yang dapat menghibur masyarakat.

Related posts: