Cisplatin, Obat Kanker Serviks yang Dilakukan Secara Medis

By | November 30, 2016

Obat KankerBerbicara mengenai kanker serviks memang tidak ada habisnya. Di Indonesia saja, 15.000 penderita kanker serviks terdeteksi setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuh (sekitar 8.000 kasus) berakhir dengan kematian. Ada beragam cara dilakukan seseorang untuk dapat menemukan obat kanker serviks demi kesembuhan penyakitnya. Salah satu yang biasa dilakukan adalah dengan menggunakan jalan operasi. Operasi dilakukan dengan cara mengangkat jaringan rahim yang sudah terinfeksi virus HPV penyebab kanker serviks. Selain operasi, biasanya pasien akan menjalani beberapa terapi. Terapi apa yang dimaksud? Berikut penjelasannya.

Kemoterapi Dan Cisplatin, Obat Kanker Serviks Yang Tidak Dapat Dipisahkan

Kemoterapi merupakan salah satu terapi yang paling banyak dilakukan seorang penderita kanker untuk menekan penyebaran sel kanker dalam tubuhnya. Dalam proses kerjanya, kemoterapi menggunakan zat-zat kimia khusus yang disuntikkan ke dalam tubuh. Salah satu obat yang digunakan dalam kemoterapi kanker serviks adalah obat bernama Cisplatin. Obat yang baru ditemukan pada tahun 1972 ini merupakan salah satu obat yang paling sering digunakan dalam kemoterapi kanker. Cisplatin merupakan obat kanker serviks yang berbasis logam platinum. Senyawa kompleks ini juga telah banyak diuji coba secara klinis dan terbukti aktif menekan pertumbuhan sel kanker, terutama kanker serviks. Lalu bagaimana ya cara penggunaannya. Apakah sama seperti obat-obat kemoterapi lainnya? Dan bagaimana efek sampingnya? Berikut penjelasannya.

Kinerja cisplatin sama dengan obat-obatan lain dalam mendukung kesembuhan pasien kanker serviks. Obat ini disuntikkan ke dalam tubuh melalui tabung-tabung kemoterapi dan selang khusus. Selang beberapa lama, tubuh akan menunjukkan reaksinya. Reaksi ini yang kemudian dikenal sebagai efek samping pemberian kemoterapi. Efek yang sering dialami pasien adalah mual, muntah, penurunan sel darah, kerontokan rambut, hingga penurunan kekebalan tubuh. Namun Anda tidak usah khawatir, karena efek ini tidak akan berlangsung lama. Umumnya, efek ini akan kembali normal setelah pasien melakukan pengobatan, biasanya sekitar 4-8 minggu setelah terapi. Nah, seperti itulah kinerja obat kanker serviks cisplatin. Semoga bermanfaat.

Related posts: